Yang saya maksudkan di sini bukan hanya mahasiswa calon dokter saja, tapi juga calon dokter gigi, calon perawat, calon apoteker, calon bidan, calon ahli gizi, calon konsultan kesehatan, dan sebagainya (kalau masih ada yang kurang disebutkan di sini saya mohon maaf).
Mahasiswa kedokteran, menurut perspektif saya, sejak hari pertama ia mengetahui bahwa ia telah diterima di salah satu fakultas kedokteran, maka sejak saat itulah, sebuah perjalanan sudah tersedia baginya untuk ditapaki. Hari-hari yang berat, sudah siap menanti, tugas yang menumpuk, beban kuliah yang padat dalam waktu kuliah yang singkat, juga pelajaran profesionalisme yang tak lepas dari etika, moral, dan nilai kemanusiaan. Pertama, mungkin, setelah lulus dari SMA, rasa bangga terbersit di hati, tapi setelah dimulainya perkuliahan sebagai mahasiswa, ya.. seorang MAHASISWA KEDOKTERAN, tanggung jawab, disiplin, serta kerelaan hati untuk bekerja keras mulai dituntut. Rasa bangga entah hilang ke mana, yang tersisa adalah tuntutan untuk selalu berjuang sepenuh hati belajar, mendalami ilmu, menyerap setiap ilmu yang diberikan, mengkritisinya, mengembangkannya, dan menerapkannya, di samping kami juga dituntut untuk terus memperbaharui ilmu pengetahuan kami seiring perkembangan zaman.
Hari-hari kurang tidur akan datang banyak, bertemu dosen yang beragam juga, was-was saat menjelang dan sesudah ujian, was-was memikirkan nasib ketika ko-ass di rumah sakit kelak (sudah banyak cerita kalau masa ko-ass itu sungguh menderita). Sungguh merupakan dunia keprofesian yang menuntut mentalitas yang sempurna, yang mau bekerja keras dan bertangguh jawab. Saya juga masih ragu-ragu apakah saya memiliki mentalitas tersebut saat ini . Namun saya yakin, pasti saya akan memilikinya.
Saya mempunyai beberapa saran bagi mereka yang ingin bergabung dengan fakultas kedokteran, hanya sharing pengalaman pribadi. (Sebagian juga dari guru BP saya sewaktu SMA, dan orang-orang dekat saya).
- Cek niat dan motivasi diri sendiri. Sebaiknya memang sungguh-sungguh memiliki passion untuk menjadi seorang tenaga kesehatan, dan sungguh-sungguh mencintai dunia yang akan dimasuki. Perjuangan di kampus hijau tidaklah mudah, seringkali motivasi yang salah bisa menggugurkan cita-cita, daripada membohongi diri sendiri dengan memaksa diri untuk masuk ke fakultas kedokteran (maupun fakultas manapun).
- Bersedia untuk selalu belajar, sudah memiliki planning atau rencana jelas. Mudahnya, sehabis lulus ingin jadi apa, melanjutkan spesialis atau tidak, dan harus memiliki target yang pasti. (Ssst... yang ini juga sedang saya coba lakukan.) Juga belajar cara membagi waktu (abstrak banget yah...)
- Cari tahu selengkap-lengkapnya mengenai keunggulan, fasilitas, prestasi, kelemahan, ( dan juga biaya) dari fakultas kedokteran dan jurusan yang akan dimasuki, bandingkan dengan universitas lain kalau perlu. Mintalah saran dari banyak orang.
- Bergaul dengan orang-orang yang mendukung, saat perkuliahan dimulai, pupuklah kolegalitas dan kesetiakawanan tinggi antar satu sama lain, saling membantu. Persahabatan akan dimulai, sebagai rekan sejawat yang akan berjuang bersama-sama, jadi saat pertama masuk kuliah di FK, banyak-banyaklah mengakrabkan diri. Hindari menjadi sombong, juga hindari menjadi seorang anti sosial.
- Cintai pelajarannya, biasakan untuk belajar bukan karena terpaksa, tapi karena menyukai pelajarannya dan karena kebiasaan...- hal ini disampaikan oleh seorang dosen saya, dr. Aunur Rofiq, SpKK. Karena bila belajar dengan terpaksa, kita akan mudah lupa, padahal kita dituntut untuk selalu mengingat semua pelajaran yang kita dapatkan di bangku kuliah sampai mati.
Itu saja dulu dari saya, terima kasih sudah membaca. Lain waktu saya akan menambahkan saran-saran lain. Semoga bermanfaat, dan tinggalkan komentar, salam perkenalan, dan kritik saran Anda. Terima kasih!! ^_^
0 comments:
Posting Komentar